CHAPTER SATU
Aku hanya berhenti
Di lembah kosong tak berpenghuni ini…
Dengan terus mencoba mengerti sebuah arti….
Arti yang tak kunjung ku pahami…
Apakah bahagiamu..??
Apakah bahagia ku…??
Kau berpaling mencintainya, kau berkata “ Ini untuk kebahagianmu juga…”
Lantas apa kebahiagaanmu…??
Ku coba telusuri bukit hati untuk kembali mengerti, namun masih tak ku pahami. Aku hanya manusia yang terbatas, terbatas cintanya…
T’lah ku cintai Dirinya lebih dari yang Kau tau…
Tapi Aku pun menyayangimu lebih dari yang merekaa taau….
Apakah pengorbananmu akan membuatku baik-baik saja…
Logika ku menolak…
>>>
Semester awal kuliah di mulai, hari ini hari pertama ku masuk kuliah. Kegiatan awal kuliah di kampus ini tak ku ikuti karena daya tahan tubuh yang tak memungkinkan, tapi Alhamdulillah semua nya di perlancar. Suasana baru, lingkungan baru, dan hari baru bagiku, hari ini hari pertama ku kenakan Jilbab setelah lama ku yakinkan diri tuk berani…
Pada awalnya aku takut untuk menggunakan jilbab ini, karena kata orang bila ingin mengenakan jilbab kita harus menjadi sempurna terlebih dahulu, tapi Logika ku berkata jika harus menjadi sempurna lantas kapan harus ku kenakan Jilbab ini ? kemudian ku berani kan diri, ku bulatkan tekad di hati, semoga Allah selalu mengiringku ke jalan Nya….
Aku adalah Bungsu dari 3 bersaudara, tapi Ibu mengangkat seorang adik perempuan yang sudah di asuh dari kecil oleh kami sekeluarga, tak ada perbedaan di antara anak lelaki dan perempuan nama adik perempuan ku itu Fitria Nissa, sangat dekat dengan ku, umur kami memang tak terlampau jauh, hanya berbeda 2 tahunan, dia 15 tahun dan aku masih 17 tahun…. Sedangkan 2 saudara ku yang lainnya adalah laki-laki, yang paling sulung bernama Reza Putradhika dan yang kedua bernama Faisal Alsyah. Keluarga kami rukun tak pernah ku dengar pertengkaran di antara kami, selalu ada yang menjadi penengah.
“ Bu, Kiran pergi ke kampus dulu yah…” Ku cepatkan langkah menuju ke pintu tapi keburu Mas Ical menarik tanganku kembali ke meja makan.
“ Sarapan dulu ya Non…. Jajan di luar itu ga bersih…” lanjut mas Ical seraya menyodorkan roti isi yang udah di siapkan Ibu….
“ Tapi Kiran takut telat Mas…??” sembil protes aku mengunyah roti ku dengan tergesa-gesa..
“ Mas mu bener, ntar kamu sakit lagi… udah makan yang bener, ntar di antar pake motor biar ga kejebak macet….” Lanjut Ibu
Setelah menghabiskan sarapan aku pamit pergi, dengan di antar mas Ical menggunakan sepeda motor, ku lihat Fitri cengar-cengir di dalam mobil bersama mas Reza… ‘dasar’ pikir ku…
Aku punya teman dekat bernama Tiara, anak nya manis, semua orang suka padanya tapi ada satu cowok yang di sukai Tiara tapi cowok itu malah cuek banget sama dia, sampai sekarang baru ku ketahui bahwa cowok itu senior di kampus tempat aku dan Tiara kuliah sekarang… sebenarnya aku ga tahu yang mana cowok yang di sukai Tiara dari SMA itu, melihat wajahnya aja aku ga pernah tapi aku tahu namanya Rizky Pradipta. Kenapa ya cowok itu malah ga mau ama Tiara? Itu menjadi pertanyaan yang sulit untuk di jawab karena ga akan ada cowok mana pun yang mampu menolak pesona Tiara, ku akui itu… lagi pula dia sangat baik, karena pernah suatu hari saat ku ketahui dia pacaran dengan Bayu senior kami di SMA aku sempat kaget, karna sesungguhnya aku juga tertarik dengan Bayu saat itu. Tapi perasaan itu tak ku ungkapkan karna rasa sayang ku pada Tiara, lagi pula dia pernah sangat terluka dengan Rizky. Namun kemudian setelah 3 bulan dia pacaran dengan Bayu dia mengetahui bahwa ada rasa yang ku sembunyikan darinya, Tiara tahu bahwa aku juga tertarik dengan Bayu , tak lama ku ketahui darinya Dia telah putus dengan Bayu… saat itu ku tanya padanya kenapa…
“ Kenapa Ra, kenapa kamu putus dengan Bayu, ku rasa kalian serasi sekali… apa karena kamu masih menyukai Rizky???” tanya ku saat itu pada nya.
“ Tapi aku tahu ada seseorang yang terluka ketika ku jalin kebaahagian dengan Bayu…? “ jawabnya
“ Siaapa…?” tanyaa ku kembali
“ Dia adalah Sahabat yang paling berharga yang ku miliki… Kamu Khiran Nissa..” Kaget adalah kata yang tepat saat itu, aku sungguh tak menyangka Tiara akan tahu, padahal tlah ku sembunyikan rapi…
“ Ya Allah Ra, aku hanya mengagumi Bayu ga lebih, dan ga ada rasa sedih yang berlebihan saat kamu dengan Bayu….aku ga mau kamu mengorbankan kebahagianmu hanya untuk rasa kagum ku…” kemudian di dekatkan nya wajahnya ke wajahku sambil berkata
“ Sungguh hanya kagum..??? Jangan membodohi hatimu dan sahabatmu ini…. Karena begitu sayang padamu aku bahkan tak sanggup melihat wajah sedihmu… Wajah kecewa mu apalagi air mata mu…”saat kata-kata itu terucap air mata jatuh di mata kami berdua… tapi aku menangis bukan karna Bayu tapi karna aku sangat menyayangi Tiara…. kami saling merangkul… Tiara memang sangat baik hatinya, kemudian kembali ku tanya kenapa Rizky tak melihat ketulusan hati Tiara…???
Alhamdulillah, aku sampai ke kampus tepat waktu kemudian aku mulai berlari ke gerbang kembali mas Ical teriak
“ Hati-hati, jangan Lari-lari…” duuuhhh pikirku, dasar emang aku anak kecil…
Ku duduk di kelas, memperhatikan sekeliling banyak wajah asing di sekelilingku, aku menjadi sedikit gugup. Kembali ku lamunkan kejadian waktu dulu, sejak Tiara putus dengan Bayu aku pun tidak memberanikan diri menyatakan cinta padanya, aku tak sanggup untuk itu… karna rasa sayang ku pada Tiara dan perasaan ku hanya sebatas kagum saja, setelah lama berlalu akhirnya rasa itu hilang berganti menjadi rasa yang biasaa….
“Asalamualaikum, ya Allah Cantik nya dirimu….” Aku di kaget kan dengan suara yang tak asing lagi, suara sahabatku..
“ Wa’alaikumsalam, hehehe kamu suka penampilan baru ku Ra…?” tanya ku sambil senyam senyum…
“ Sukaaa banget, tambah cantik kamu…” lanjutnya sambil mengambil tempat duduk di sebelah ku, syukurlah kami sekelas jadi aku merasa tak sendiri di tempat asing ini…
Tak lama saat kami ngobrol ga jelas, kelas kami di masuki oleh beberapa anak dari BEM (Badan eksekutif mahasiswa), mereka memberikan beberapa penjelasan tentang peraturan di kampus kami ini, saat asyik mendengarkan penjelasan dari mereka, ku alihkan pandangan ke Tiara dengan niat ingin kasih komentar tapi yang ada, Tiara malah bengong matanya hanya tertuju ke satu orang.
“ Ra…kok gitu mandangin senior…?’ bisik ku ke telinga nya
“ Yang pake syal biru itu namanya Rizky…” bisiknya balik, tersentak aku, langsung ku pandangi satu persatu wajah-wajah mereka dan ku dapati sesosok tinggi putih dengan potongan rambut sedikit jabrik, seperti artis-artis korea yang ku tonton di DVD-DVD koleksiku…. Cowok itu mengenakan Syal biru, satu kata “ TAMPAN” sesaat mata kami bertemu dia memandangi ku tajam sekali… ku alihkan pandangan ke arah Tiara… dalam hati aku berkata “ serem amat she...”
Setelah selesai penjelasan dari anak-anak BEM itu kami di perbolehkan istirahat karena kebetulan untuk mata kuliah berikutnya dosen yang bersangkutan tidak hadir… Aku dan Tiara pergi ke kantin ingin segera berbagi cerita, kami memilih tempat duduk agak di pojok… setelah memesan minum dan makan Tiara memulai ceritanya…
“ Kamu tau ga, tadi rasanya jantungku mau loncat keluar.. kaget sekaget-kagetnya deh…” Mulai nya
“ Aku juga, tadi dia mandangi aku serem banget, kayak mau gigit gitu Ra…” sambungku..
“ Hahahaha, Dia memang begitu, pandangan nya tajam, kalo ga kenal pasti di kira ngajakin berantem…” Lanjutnya lagi kami diam sejenak kemudian aku bertaanya…
“ Apa sih alasan Dia ga nerima kamu Ra….?” Pertanyaan ini akhirnya keluar juga aku takut Tiara sedih…
“ Dulu dia bilang, Manusia mempunyai keterbatasan, Dia juga…. Dia udaah mencintai 1 orang cewek di hidupnya… cintanya terbatas untuk cewek itu…. Dulu aku bertanya padanya, apakah cewek itu tau perasan nya… dia menjawab kalo cewek itu ga tau, taapi bukan masalah baginya…. Aku memaksa agar dia menerima ku, bahkan aku rela menjadi orang kedua di hatinya, waktu itu aku melepaskan atribut-atribut yang di bilang harga diri, tapi kamu tau apa yang di bilangnya… Aku tak bisa membiarkan siapapun merebut tempaatnya di hatiku…. saat itu aku sakit banget…”
Aku terdiam mencoba merasakan perasaan sedih teman ku itu… kenapa Rizky ga mencoba merasakan tulus nya cinta dari Tiara….
Saat asyik memakan makanan yang udah kami pesan sambil ngobrol-ngobrol ga jelas, kembali aku di kagetkan oleh sesosok cowok yang sangat aku kenal Aldo, cinta pertama ku dulu waktu SMP… aku mencoba mengatur nafas agar detak jantung ku tak berdegup terlalu cepat.
“Ngapa Ran..???” tanya Tiara saat dia tau nafas ku berubah menjadi cepat…
“ Ga kok, panas aja di kantin… hehe” ku sembunyikan perasaan gugup ku, Tiara ga pernah tau ada Aldo di hidupku dulu, karena pertemanan kami terjalin saat SMA. Ku lanjutkan makan ku, dan kami kembali ke kelas. Dosen mata kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi ini asyik banget, semua yang di jelaskan nya masuk dan mudah di mengerti.
Akhirnya selesai lah kegiatan perkuliahan ku ini, sambil menunggu Tiara ke toilet aku duduk di parkiran kampus, ku lihat Aldo berjalan menuju ke arah ku…
“ Hai, Kiran kan …? Pangling gue…” Aldo menyapa ku dan ku balas dengan senyum saja…
“ semester 1 ya Ran…? Gimana kuliah di sini asyik kan …? “tanya nya lagi
“ Iya…” Jawabku sekenanya
Tak lama Tiara datang menghampiri kami berdua
“ Siapa nih Ran…?” Tanya nya
“ Teman waktu smp, kenalin, Tiara ini Aldo, Aldo ini Tiara…” mereka berjabat tangan sambil basa basi, ku lihat Rizky dari lantai 2 memperhatikan kami bertiga, tatapan nya lebih tajam dari yang tadi, apakah dia cemburu karena Tiara berbincang dengan orang lain…..
Ku pulang kerumah dengan di antar Tiara, ku lihat keadaan rumah sepi artinya Fitri belum pulang dari sekolah atau langsung pergi les, sedangkan Ibu pasti lagi di butik. Yang ada hanya Bi Ranti yang udah kerja di rumah ini dari mas reza masih kecil ampe aku udah gede, beliau udah seperti keluarga bagi ku bahkan bagi keluarga ini dan Pak Adam yang merupakan suami nya mba Ranti hehehe, plus supir yang sangat berjasa mengantar ku kemana pun aku mau :D
Ku tunai kan kewajiban ku sebagai muslim, setelah selesai sholat aku turun ke bawah untuk makan siang, karna dari tadi Mas Ical udah sms nyuruh makan siang. Mas Ical, paling dekat dengan ku, mungkin karena jarak kami yang paling dekat sedangkan aku ke Mas Reza hampir 9 tahun jauh banget.
Setelah selesai makan siang aku buka internet, mencoba menjelajahi dunia maya buka facebook dan twitter bersamaan. Saat aku buka e-mail ada 1 pesan masuk, dari Aldo.
“ Kiran, maaf kalo lancang… aku udah mikirin hal ini… apakah aku boleh dekat dengan Tiara…???”
Isi email ini mengejutkan aku, ternyata waktu bertemu tadi mereka udah saling bertukar no telp dengan harapan perkenalan itu terus berlanjut…. Ini ga seperti Tiara yang biasanya, Tiara ga akan mudah suka ma cowok…. Ku balas dengan berat hati email itu
“Loh… itu kan terserah kalian saja…. Aku berteman dengan Tiara, pasti akan mendukung yang terbaik buat dia…” begitu jawab ku…
Setelah melihat email itu aku jadi malas buat maen facebook atau twitter. Ku tutup komputerku itu dan duduk di ruang tengah sambil putar dvd lagu-lagu korea kesukaan ku….
Tanpa sadar aku udah tertidur, dan terbangun di kamar, aku jadi bingung siapa yang memindahkan ku, apa mungkin Pak Adam yah…??? Aku turun ke bawah ku lihat Fitri dan Mas Ical lagi maen ps di ruang tengah, Ibu sibuk dengan file-filenya, Mas Reza asyik dengan laptop nya sedangkan Ayah lagi bersihin kolam ikan…
“ Mas, tadi yang mindahin aku sapa…?” tanya ku saat menuruni tangga
“ Mas Reza tadi….” Jawab Mas Ical sekenanya karna lagi asyik maen ps ama fitri
“ Mau minum apa Nak…?” tanya Ibu saat melihatku duduk lemah di kursi panjang menghadap ke Tv
“ Makasih Bu, nanti Kiran ambil sendiri ya…” Jawabku sambil tersenyum, Ibu mengerti, kalo aku bilang nanti artinya Ga… jadi dia bangkit dari tempat dia duduk dan menuju ke daapur membuatkan ku susu Coklat kemudian di berikan nya ke aku..
“ hehe makasih Bu…” kata ku lagi…
“ Mau dunk Bu….” Celoteh Fitri sambil terus berkutat dengan ps bersama mas Ical…
“Ambil di kulkas, udah Ibu buatin…” sahut Ibu lagi.
Selesai Isya, ku rebahkan tubuhku di tempat tidur, sambil ku mainkan jemari ku di Hp ku. Ku tulis pesan singkat ke Tiara, bilang bahwa Aldo naksir dia… tak lama ada balasan dari Tiara dan dia bilang mau telp aku, tak lama hp ku pun berdering Ringtone nya lagu Korea Dream come true sountrack film drama master of study salah satu film favorit ku.
“ Asalamulaikum” Aku
“ Kumcalam…. Kiran Nissa yang manis dan cantik…. Met malam…hihihih” Dari nada bicaranya kayaknya Tiara lagi seneng banget.
“ Duh lagi senang ya….segitunya… hemm.. ama Aldo ya…” Tanya ku berselidik.
“Hihihi Iya neh, so sweet banget ya dia…. Tadi dia tiba-tiba nelpon gitu, nanyain aku dah di rumah atau belum, dah ma’am siang ato belum… so care…” jawabnya lagi
“Kok aneh, biasanya kamu ga mudah buat Suka ma cowok, kok kali ini aneh banget… mudah banget..” selidik ku lagi
“Hemmm, ternyata sahabat ku ini tau aja yah, kamu tau ga, tadi Rizky mandangin kita bertiga, tatapan nya agak beda ke Aldo, mungkin kah dia cemburu pada ku hahahahah aku mau buat dia suka ama aku Ran…” Tiara tertawa senang banget
“Lantas perasaan Aldo ke kamu gimana Ra… ga Boleh mempermainkan perasaan orang lain loh…” Aku
“Ya ga gitu, aku suka ama Aldo, tapi aku ingin membuktikan ke Rizky aku bisa kok bahagia ma cowok lain, dan dia harusnya menyesal udah menolak ketulusan ku…” Tiara
“Apakah benar gitu…???” Tanya ku lagi
“Pokoknya kamu tenang aja deh hehehe… Besok kita lanjutin di kampus okeh… Asalamualaikum…” Tiara menutup teleponnya, ku jawab salamnya di dalam hati…
Lama ku lamunkan. Apa yang di fikirkan oleh gadis yang terluka hatinya seperti Tiara… pembuktian apa yang ingin ia perlihatkan… Lalu bagaimana dengan Aldo? Setahuku Aldo memang sosok dewasa dan perhatian, dia adalah orang yang mengajarkan ku semuanya, cinta, rasa sayang, cemburu, terluka, dan putus cinta. Aldo begitu membekas di hatiku, karena rasa ssayang ku padanya tetap ada dan ku jaga.
Waktu dulu, waktu SMP Aldo merupakan senior ku, dia baik, perhatian, dan sangat manis. Awalnya memang aku yang menyukai dia lebih dulu, aku nekad buat nyatain cinta dan diterima. Sayangnya, hubungan kami hanya berjalan 5 bulan saja, Aldo memilih putus dengan ku dan berpacaran dengan teman sekelasnya yang bernama Dewinta. Aku sedih, cukup terluka hingga membuat ku kapok buat cinta dengan orang lain, perasaan suka ku pada cowok hanya sebatas kagum karna masih ada perasaan terselip di hatiku untuk Aldo…. Begitu juga pada Bayu, aku suka padanya tapi hanya kagum. Aku masih belum bissa mendefinisikan arti sebuah cinta yang sebenarnya, aku belum bisa membandingkan rasa yang berbeda-beda, yang mana cinta, yang mana suka, yang mana sayang, yang mana kagum aku tak tau…
>>>
Bangun tidur dengan wajah sembab, seakan hari ini tak ada rasa semangat di hati ku… Setelah sholat shubuh tadi, aku bermalasan untuk tidur lagi akhirnya yang ada aku jadi malas dan sedikit lemas. Setelah selesai mandi pun perasaan lemas itu tak juga hilang, ku turun ke bawah dan duduk di meja makan yang ada disana hanya Mas Reza…
“Kenapa kamu Ran…?? Sakit..?” tanya Mas Reza cemas.
“Ga mas, hanya sedikit lemas, tadi habis sholat Kiran tidur lagi jadinya gini deh…” ku teguk susu coklat kesukaan ku rasanya tak ada selera untuk sarapan tapi kalo ketahuan mas Ical pasti di marahin.
“Kakak sakit ya..?” Tanya fitri saat dia juga duduk di meja makan.
“Ga kok…” Jawab ku lagi
“Rotinya di bekalin aja, ntar kalo Mood nya udah balik baru di makan…” Sigap Fitri sambil membekalkan ku beberapa buah roti, duh adik ku ini manis banget….
“Makasih ya sayang…” jawabku padanya.
Hari ini kuliah ku di antar oleh Pak Adam, soalnya pagi-pagi sekali Mas Ical udah ngantarain Ayah ama Ibu ke tempat Bibi yang sakit, sedangkan mas Reza harus ngantarin Fitri dan buru-buru ngantor karna ada rapat penting dengan klien. Ku suruh pak Adam mutarin lagu-lagu korea kesukaan ku, kali ini lagu-lagu nya SS501 dan T-ara..
“La non, kok suka nya nyanyin lagu yang kayak gini, dia ngomong apa kita juga ngga ngerti…” tanya Pak De (aku manggil Pak adam dengan sebutan pak de, Biar akrab gimana gitu heee) saat melihat ku asyik menyanyikan lagu yang sedang di putar
“Namanya juga suka, lagian aku ngerti kok Pak De..” Ku terus kan nyanyian yang di bilang pak de aneh itu..
“Kalo suka itu ya lagu-lagunya Gesang.. Bengawan solo… duh dasar anak-anak jaman sekarang...” celotehnya, aku diam saja sambil tertawa pelan…
Tak lama berselang, aku pun sampai didepan kampus, aku pamit dan tak lupa ngucapin makasih ke Pak de…
“Makasih ya Pak De, nanti jangan jemput, Kiran balik ama Tiara ajah… Asalamualaikum…” Kataku sambil berlari ku dengar samar sahutan pak De membalas salam ku.
Saat masuk ke kelas aku belum melihat Tiara, akhirnya aku keluar lagi dan menuju kantin agar bisa makan roti yang di bekalin oleh Fitri tadi pagi. Perut ku protes juga hehehe… Asyik menikmati roti isi, datang sekelompok cewek-cewek ke hadapan ku…
“Kiran kan ..? boleh kita duduk di sini soalnya bangku yang lain penuh…” tanya salah satu cewek itu.
“Silahkan” jawabku seramah mungkin, saat ku lihat sekeliling memang benar se, kantin lagi penuh banget…. Mereka memperkenalkan diri mereka satu persatu dan ternyata mereka teman sekelas ku juga… yang berembut panjang di ikat nama nya Mia, yang rambut panjang bergelombang Riri, yang agak tomboy itu namanya Kia, nah yang berambut pendek tapi lucu banget, namanya chika… mereka asyik bergosip tentang cowok-cowok di kelas maupun senior, saat mereka menyebut kan nama Rizky aku jadi agak tertarik….
“Tau ga, senior Rizky itu cool banget…. cowok banget deh…” kata Riri
“Iyah bener, katanya dia belum punya cewek loh… padahal ganteng gitu ya…” Kata Mia melanjutkan.
“Menurut gosip yang gue terima, dia itu Gay, hahaha soalnya dia ga pernah pacaran ama cewek mana pun. Yang ada dia selalu aja jalan bareng senior Trian…” Kia menggebu-gebu, ya ampun dosa nih ngomongin orang tapi aku kaget juga, masa iya dia Gay….
“Ya ga lah, dulu waktu SMA ada cewek dari SMA 07 nembak dia, trus di tolak, cewek itu ngotot tanya kenapa… trus senior Rizky bilang dia cinta ma cewek lain… gitu..” respon Riri tak kalah heboh.
“Terus cewek nya siapa ?” Akhirnya Chika merespon
“Itulah masalahnya, dari dulu Senior Rizky ga pernah gandeng cewek mana pun… itu teka teki siapa yang di sukai oleh senior Rizky..?” sahut Mia lagi.
“Mungkin sekarang dia udah ga cinta ma cewek itu, jadi ga ada salahnya kalo kita coba ngegebet, iya kan …” kata Riri lagi kemudian mereka melanjutkan dengan percakapan yang lain, karena sedikit jengah membicarakan masalah orang lain akhirnya aku pamit duluan ke kelas, nambah dosa kalo lama-lama di situ hahaha…
Saat berjalan menuju kelas, di tangga ku lihat Rizky dengan seorang cowok, mungkin itu yang namanya Trian kali ya… aku naik pelan-pelan, tak berani menatap. Takut….
“Kamu anak 1 A 1 kan ..?” ya Allah aku kaget banget…..
“I... iya kak..” jawabku gugup.
“Hemm, sapa nama kamu…?” Tanya senior itu lagi, aku tak tau siapa yang bertanya Trian ato Rizky.
“Ki… Kiran kak…” jawab ku tetap gugup
“ Ok, Kiran nanti kamu sampaikan pada anak-anak 1 A 1, ntar sore abiz kuliah ada tambahan kelas seni di Aula besar, kalo mau ikutan daftar langsung aja ntar sore…” katanya lagi, kemudian ku beranikan diri untuk menatap siapa yang berbicara dengan, ternyata Trian.
“Iya, kak Makasih.” Jawabku cepat sambil berjalan secepaatnya… ku lihat sekilas mereka melanjutkan pembicaraan mereka tanpa tau aku hampir mati di buat kaget oleh mereka. Fiiiuuhhh….
Setelah sampai di kelas aku pun memberi pengumuman kepada teman-teman, ku lihat Tiara sudah duduk manis sambil senyum-senyum seperti tak sabar untuk berbagi cerita dengan ku, sayangnya dosen mata kuliah Statistik udah masuk, terpaksa harus menunda percakapan kami hingga istirahat.
“Terusss…” Kata ku memulai pembicaraan saat kami berjalan bergandengan menuju kantin… Tapi yang di tanya malah senyum senyum bikin penasaran.
“So happy, Aldo baik banget, ntar siang kita mau jalan bareng. Makan bareng… Aldo dewasa perhatian, manis banget deh…” Jawabnya menggebu aku hanya tersenyum. Sesampainya di kantin kami memesan minuman dan makanan, memilih tempat duduk favorit kami yaitu di pojok kantin.
“Jadi kamu ga ikut acara seni ntar sore donk ya…” tanya ku lagi.
“Ga, tapi aku bakal mampir sebentar, aku mau kasih liat ke Rizky ini nie gebetan gue heheheh….” Cengirnya
“Tapi sai, kamu balik ma sapa? Apa aku antar kamu dulu ya…” tanya Tiara balik.
“Rencana nya aku mau ikut kelas seni itu sapa tau asyik, lagian aku di jemput pak De kok…” Upss aku berbohong kepada Tiara… Maaf ya, tapi bukan maksudku untuk berbohong aku hanya tak sanggup untuk melihat kalian berdua, kau dan Aldo… biarkan aku menenangkan hati dan fikiranku, biarkan aku untuk belajar Ikhlas… agar tak ada penyakit hati di tubuh ini…
Kami melanjutkan obrolan seputar Aldo dan yang lainnya hingga jam masuk pun tiba, kali ini mata kuliah English spesifik Purpose… Lumayan ribet dan Ruwet hihihi… Setelah selesai aku dan Tiara berjalan menuju aula besar, lumayan lama kami duduk disana memperhatikan beberapa mahasiswa mengatur meja, sound sistem dan lainnya. Tak lama kemudian Aldo datang tampak dari belakang Rizky dan Trian muncul bersamaan.
“Maaf lama, dosen nya ngasih tugas banyak banget…” sapa Aldo seraya duduk di samping Tiara, aku penasaran dengan ekspresi Rizky tapi sepertinya dia asyik dengan kegiatannya sehingga tidak memperhatikan.
“Ga apa-apa kok…” Tiara menampilkan senyum terbaiknya, duh ngilu banget tapi aku ga boleh gini….
“Apa langsung cabut ajah nie…. Kiran ikut sama kita kan ?” dia memandangku.
“Ga, aku mau ikut kelas seni…” tolak ku. Padahal kelas seni ini hanya alasan saja.
“Ya udah sai. Aku mau pergi dulu, bubay…” Dasar genit pikir ku, aku pun hanya tersenyum melambaikan tangan kepada nya, setelah Tiara pergi aku kembali memutar otak agar melupakan mereka berdua, aku ga boleh gini terus ga boleh. Tiara udah cukup menderita karna lukanya, dan terus mengalah demi aku. Kali ini giliraan ku, aku melihat ekspresi bahagia yang tak pernah ku lihat lagi… aku bahagia untuknya.
Saat asyik melihat apa yang lagi di kerjakan anak-anak di panggung aula aku di kaget kan oleh Grup genit, Mia, Riri, Kia dan chika. Mereka menyapa ku ramah, mereka semua baik-baik padaku, menawariku makanan yang mereka bawa, sesekali mengajak ku ngobrol, tapi mood ku lagi jelek banget.
“ Kiraann…” nama ku di teriakan dari bawah oleh sesosok cowok yang ku kenal yaitu Trian. Sontaak aku berdiri.
“ Kiran, Tolong ke sini sebentar….” Teriaknya lagi dari atas panggung, aku pun bergegas turun menghampirinya.
“ ya kak…!!” kata ku setelah berdiri di hadapannya…
“Bisa minta tolong ga, kita kekurangan orang buat ngatur konsumsi, kamu bisa?” tanya nya pada ku lembut.
“Ehm Bisa…” aku iyakan permintaan nya dan berlari di belakang panggung, dari pada bengong dan mendengarkan gosip yang nambah dosa baiknya aku beribadah sambil bantu mereka.
Saat di belakang panggung ku lihat Rizky juga lagi bantuin anak-anak klub seni menyiapkan properti yang akan di pakai. Kemudian ku lihat Kak Sarah (senior ku juga) sedang sibuk menyusun konsumssi untuk nantinya di bagikan ke anak-anak yang datang. Aku berjalan menuju nya dan membantunya. Setelah selesai dan beres ku lihat jam sudah menunjukan pukul 14.10, Masya Allah, belum Dzuhur, akhirnya aku pamit ke kak Sarah untuk permisi ke Mushola kampus.
Setelah selesai Wudhu, aku sempat kaget ada Rizky di sana dan saat melihatku dia bilang.
“Mau bareng…?” tanya nya.
“Iya…” jawab ku singkat.
Akhirnya Dzuhur ini aku di imami oleh Rizky, kami pun sama-sama kembali ke aula yang ternyata acara nya udah mulai, tanpa berbicara sepatah kata pun….
Sesampai di Aula aku tak langsung balik ke bangku tapi kembali ke belakang panggung membantu Kak Sarah kembali. Hingga acara selesai, tanpa terasa sudah sore dan jam di tangan ku menunjukan waktu 16.25 hah… capek nya tubuh ini…
Mau nelpon pak De aku ga enak lebih baik naik taksi aja. Ku tunggu Taksi di depan kampus, kampus udah di kunci mau sholat Ashar ga bisa lagi, karna hari sabtu ga ada Kelas malam.
Ku lihat kiri dan kanan ga ada satu pun taksi yang lewat, mana hampir jam 5 sore dan aku belum Ashar… saat kegalauaanku muncul tiba-tiba sebuah mobil hitam Sirion Hitam berhenti di depan ku, kaca jendela nya di turunkan perlahan dan taaadaaaa…
“Belum pulang kamu…???” tanya sosok itu saat wajah nya mulai nampak dari celah kaca jendela mobil yang terbuka.
“Belum kak, Belum dapet taksi…??” jawabku lagi agak gugup.
“Bareng aku aja, ayo…” katanya lagi sambil membuka pintu mobilnya, pikiranku sempat berdebat, terima ga ya tawaran ini, tapi terpaksa ku terima karna waktu udah mepet banget nih. Akhirnya aku duduk tepat di sampingnya, mobilnya pun melaju perlahan di jalanan yang mulai macet.
“Kenapa ga bareng Tiara?? “ Wuiiihhh jantung ku mau loncat, nie orang ga ada basa basinya bikin kaget aja.
“O… Ga enak aja, kan dia lagi pedekate ma Kak Aldo senior Jurusan Bahasa Asing itu lo...” Saat mengucapkan itu, ku curi pandangan ku ke arahnya, melihat ekspresinya… huyuh… yang ada Cuma ekspresi dingin dan serius memperhatikan jalan, padahal kepingin bikin dia sedikit cemburu…
“Owhh gitu…O ya kita Ashar dulu ya…Di Mesjid depan..” Jawabnya dan di lanjutkan oleh ajakan sholat, hati ku sedikit senang tak galau lagi. Setiba di Mesjid terdekat kami pun menunaikan sholat Ashaar, kembali dia menjadi Imam ku, setelah selesai ku lihat kembali jam di tangan ku udah hampir setengah 6. saat ingin memakai sepatu tiba-tiba Rizky bilang.
“ Tanggung nih kalo mau pulang keburu Maghrib, kita ngaso dulu di warung sana ya… mau?” tanya nya pada ku, kalo di pikir-pikir iya juga she, sekalian aku mau nyelidikin kenapa nih orang ga mau ama Tiara dan berusaha bikin dia penasaran ama Tiara, sebagai teman aku ingin sekali membantu Tiara.
“Boleh..” Ku jawab ajakan nya.
Kami pun duduk di warung depan Mesjid sambil nunggu adzan… Rizky memesan air mineral untuk ku dan dia, saat aku mau mesan es dia bilang ga usah, takut ga bersih. Ini orang kayak Mas Ical juga lama-lama hehehe… perasaan gugup ku pun berangsur hilang, ku fikir-fikir Rizky cukup taat ibadahnya waktunya tak ia sia siakan hanya untuk senang-senang seperti anak cowok lainnya.
“Kak Trian mana kak? Ga bareng...” aku memulai pembicaraan, saat itu mata kami bertemu, langsung saja ku alihkan ke jalan, gila serem…
“Tadi dia pulang duluan, katanya ada urusan jadi ga bareng…” jawabnya.
“Kakak Udah lama ya kenal ma Tiara….??” Tanya ku mulai berselidik.
“Ga usah manggil kakak, terlalu formal. Rizky aja. Kamu ga usah pura-pura nanya gitu, to the point aja mau nanya apa…! “ waduh ketauan deh gue…. Untuk ngilangin gugup karna ketauan aku hanya nyengir deh kayak kuda, ku lihat ada segaris senyum di wajahnya.
“Ok to the point, kenapa kakak eh Rizky ga nerima Tiara jadi pacar waktu SMA?” nekad… nekad….pikirku
“Ehmm… karna aku ga suka ama Tiara, ga Sayang ama Tiara tepatnya ga Cinta ama Tiara…. She’s just like a fren…. Just it..” jawabnya lagi sok keren.
“Padahal Tiara kan cantik…?” Sahut ku lagi, dia tak menjawab hanya tersenyum saja mendengar komentarku. Ada sedikit rasa tenang bicara dengan nya, Rizky seperti mas Ical yang sedikit comel, namun kalem seperti mas Reza, aku seperti bicara dengan kakak laki-laki ku secara bersamaan.
Adzan pun berkumandang, memanggil umat nya tuk tunaikan kewajiban, kami bergegas menyebrang, dan mengambil Wudhu, o ya ga lupa buat bayar minum ke ibu pemilik warung kok hehehe…
Setelah sholat, kembali aku naiki Sirion Hitam nya yang tampak sangat mengkilat itu… dalam perjalanan kami hanya ngobrol sembarangan kadang sedikit tertawa saat membicarakan kejelekan kan Trian, maaf ya kak hehehe, akhirnya aku sampai di rumah, ku lihat Mas Reza duduk di teras rumah, saat mau turun ku lihat Rizky juga turun aku bilang pada nya ga usah, langsung aja, dia menolak, katanya ga gentle… aduh mak…
“Asalamuaalaikum… maaf Mas, saya telat nganterin Kiran Balik, tadi ada Acara di kampus dan pulang nya kesorean…” Kata Rizky lantang. Mas Reza bangkit dari kursi dimana dia duduk.
“Wa’alaikumsalam, oh begitu, tapi kalian sempat Maghrib kan …?” tanya Mas Reza lagi
“Sudah Mas tadi di jalan…” Sahut Rizky lagi, aku hanya bengong aja.
“Kalo gitu makasih ya, mau mampir dulu, siapa nama kamu?” lanjut mas Reza lagi
“Rizky mas, ga usah makasih sudah malam, mari mas saya permisi dulu, Asalamualaikum…” kata Rizky kemudian masuk ke dalam mobil setelah pamit pada mas Reza dan pada ku juga.
Ini orang bikin bingung juga ya, aku pengen cepet-cepet cerita ke Tiara tapi takut ganggu dia ama Aldo, akhirnya ku putus kan untuk nanti saja. Aku memilih mandi dan sholat Isya, kemudian turun ke ruang makan, ku lihat Fitri lagi asyik mengatur piring di atas meja…
“Maaf ya Fit, jadi kamu yang beresin meja gara-gara kakak pulang nya telat…” Kemudian dia melihat ke arahku sambil tersenyum.
“ga apa-apa kok kak, Ayah sama Ibu pulang nya besok, Ibu kayaknya mabuk darat jadi nya ga kuat buat balik hari ini… Btw sapa tuh cowok yang tadi nganterin kakak balik… tadi mas Reza cerita…” Katanyaa lagi centil.
“ Hah, ember banget mas Reza, hehehe, bukan sapa-sapa kok, cuma senior di kampus…kakak Nelpon Ibu dulu ya…” aku pun beralih menuju telfon dan menekan nomor hape Ibu ku tapi ga aktif, coba nomer Ayah juga ga aktif akhirnya nomor Mas Ical deh yang aktif…
“Asalamualaikum, mas Ibu mana?” tanya ku
“wa’alaaikumsalam, udah tidur. Ayah Juga. Kenapa?” tanyaa nya laaagi
“Ehmm, gimana kondisi Ibu, baek aja kan kata Fitri Ibu mabuk darat ya…” taanya ku lagi…
“Iyah, jalan nya ga bagus Ran, jadi bergoncang-goncaang gitu, mabuk deh jadinya, kamu udah makan belum??” tanya mas Ical kemudian.
“Ini baru aja nyiapin nya, Besok jam berapa balik Mas…? Tanya ku lagi
“Mungkin sore baru nyampe…. Mas reza Mana Mau ngobrol bentar…” lanjutnya lagi setelah ngucaapin salam ku panggil mas Reza, dan ku lihat asyik berbicara sambil tertawa.
>>>
Setelah selesai makan malam, aku naik ke kamar ku, memikirkan Tiara, sedang apa dia, mau sms takut, hah pengecutnya aku. Begini kah seorang teman…??? Ya Allah Kuatkan hambamu ini… jadikan aku manusia yang penuh keikhlasan dalam menghadapi kenyataan hidup.
Ku balut malam dengan do’a yang sangat panjang… memohon agar Allah senantiasa selalu membimbing ku, memberi ku petunjuk untuk segala cobaan yang datang…. Do’a agar Orang tua serta saudara-saudara ku selalu di anugrahi kesehatan, umur panjang dan Rizky yang melimpah… Do’a agar Aku bisa terus melihat kebahagian di antara orang-orang yang aku sayangi….
Mata terpejam, kaki pun melangkah kembali ke sebuah alam tak berpenghuni… menjejaki mimpi yang kadang sedih kadang bahagia… sebuah permainan duniawi yang tak memiliki akhir… hanya membuat kita takut, atau tertawa… Itu lah hidup permainan, sebuah aksi dari sandiwara yang juga memiliki batas… batas yang memang telah tercipta dan ada….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar